Kebijakan akademik

SISTEM KREDIT SEMESTER

  1. Sistem Kredit Semester adalah sistem penyelenggaraan pendidikan yang menyatakan beban studi mahasiswa, beban kerja tenaga pengajar, dan beban kerja program lembaga pendidikan dalam kredit.
  2. Satu semester setara dengan 15 - 20 minggu kerja atau kegiatan akademik, termasuk berbagai kegiatan evaluasi yang memerlukan waktu sekitar 2 sampai 3 minggu.
  3. Penyelenggaraan pendidikan dalam satu semester terdiri atas kegiatan kuliah, praktikum, kerja lapangan, penelitian, pengabdian pada masyarakat dan bentuk-bentuk kegiatan lain yang disertai dengan nilai keberhasilannya.
  4. Besarnya beban studi mahasiswa, pengakuan atas keberhasilan usaha mahasiswa, keberhasilan kumulatif mahasiswa serta besarnya usaha penyelenggaraan pendidikan bagi tenaga pengajar dan lembaga untuk satu semester dinyatakan dalam satu satuan kredit semester (SKS).
  5. Satu SKS perkuliahan ditentukan oleh beban kegiatan mahasiswa yang meliputi tiga macam kegiatan per minggu yaitu:
    • Lima puluh menit acara tatap muka terjadwal dengan tenaga pengajar, seperti bentuk kuliah atau diskusi.
    • Enam puluh menit acara kegiatan terstruktur, yaitu kegiatan studi yang tidak terjadwal tetapi direncanakan oleh pengajar, seperti membuat pekerjaan rumah atau menyelesaikan pemecahan soal.
    • Enam puluh menit acara kegiatan mandiri, yaitu kegiatan studi yang harus dilakukan mahasiswa secara mandiri seperti membaca buku acuan dan buku anjuran, persiapan dan latihan pematangan materi bahan perkuliahan dan lain sebagainya.
    • Satu SKS bagi praktikum yang diberi beban kredit setara dengan 120 menit kegiatan laboratorium dan minimal 60 menit kegiatan mandiri.

 TUJUAN SISTEM KREDIT SEMESTER

Penerapan sistem kredit semester dalam penyelenggaraan pendidikan di STMIK Profesional bertujuan untuk:

  1. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa agar dapat menyelesaikan studinya tepat waktu yang singkat dan tidak melampaui batas waktu belajar yang ditentukan.
  2. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa dalam batas-batas tertentu untuk memilih kegiatan pendidikan sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuan masing masing.
  3. Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk melatih diri dalam mengorganisasi kegiatan seefisien dan seefektif mungkin.
  4. Memudahkan penyesuaian kurikulum sesuai perkembangan teknologi serta kebutuhan masyarakat.
  5. Memungkinkan dan memudahkan pengalihan kredit antar antar program studi dalam lingkungan STMIK Profesional .

 BEBAN DAN MASA STUDI MAHASISWA

  1. Beban studi Program Diploma 3 (D3) sekurang-kurangnya 110 (seratus sepuluh) SKS dan sebanyak-banyaknya 120 (seratus dua puluh) SKS yang dijadwalkan untuk sekurang-kurangnya 6 (enam) semester dan  selama-lamanya 10 (sepuluh) semester setelah pendidikan menengah atas.
  2. Beban studi Program Strata 1 (S1) sekurang-kurangnya 144 (Seratus empat puluh empat) SKS dan sebanyak-banyaknya 160 (Seratus Enam Puluh) SKS yang dijadwalkan untuk sekurang-kurangnya 8 (delapan) semester dan  selama-lamanya 12 (dua belas) semester setelah pendidikan menengah atas. 
  3. Tiap tahun akademik terdiri atas semester ganjil (semester awal) dan semester genap (semester akhir).
  4. Jumlah SKS bagi mahasiswa baru pada semester satu ditetapkan oleh Pimpinan STMIK Profesional sebanyak 20 s.d 24 SKS.
  5. Jumlah SKS maksimum yang boleh diambil pada semester selanjutnya bagi setiap mahasiswa dibatasi oleh indeks prestasi akademik yang diperolehnya pada semester sebelumnya.

 KURIKULUM INTI DAN KURIKULUM INSTITUSIONAL

Kurikulum inti adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang harus dicakup dalam suatu program studi yang dirumuskan dalam kurikulum yang berlaku secara umum dalam kelompok keilmuan.

Kurikulum institusional adalah sejumlah bahan kajian dan pelajaran yang ditetapkan oleh STMIK Profesional dengan memperhatikan keadaan dan kebutuhan lingkungan.

 MATA KULIAH WAJIB DAN MATA KULIAH PILIHAN

  1. Setiap mahasiswa diharuskan mengikuti semua mata kuliah wajib yang tercantum dalam kurikulum.
  2. Mata kuliah wajib dijabarkan dalam kurikulum sebagai Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK), Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK), Mata Kuliah Keahlian berkarya (MKB), Mata Kuliah Prilaku Berkarya (MPB) dan Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB). Tujuannya agar para lulusan yang dihasilkan dapat mencerminkan citra bangsa dan dapat berciri tamatan STMIK Profesional.
  3. Setiap mahasiswa diberi kesempatan untuk mengembangkan diri dan memperluas wawasannya dengan mengambil beberapa Mata Kuliah Pilihan (MKP) yang tercantum dalam kurikulum sesuai dengan minat dan bakatnya.

 PELAKSANAAN ADMINISTRASI SISTEM KREDIT SEMESTER

  1. Pelaksanaan administrasi SKS yang baik memerlukan dukungan dan ketaatan segenap unsur yang terlibat, yaitu: mahasiswa, penasehat akademik (PA), tenaga pengajar (Dosen), dan tenaga administrasi terhadap jadwal kegiatan pendidikan (kalender akademik) yang telah ditentukan, diantaranya: pendaftaran, perwalian, perkuliahan, ujian, pemasukan nilai, dan pengolahan data.
  2. Dalam pelaksanaan SKS ini, dipergunakan beberapa formulir atau kartu, yaitu: Formulir Rencana Studi (FRS), Daftar Peserta Mata Kuliah (DPMK), Kartu Ujian (KU), Daftar Nilai Ujian (DNU), dan Kartu Hasil Studi (KHS/Rapor).
  3. Formulir Rencana Studi (FRS) adalah formulir yang mencantumkan semua Mata Kuliah yang akan diikuti oleh seorang mahasiswa pada suatu semester. FRS ini diisi oleh setiap mahasiswa yang terdaftar pada awal semester yang berjalan.
  4. Daftar Peserta Mata Kuliah (DPMK) adalah daftar yan­g mencantumkan semua mahasiswa yang mengikuti suatu Mata Kuliah pada suatu semester. DPMK dibuat atas dasar FRS yang diisi mahasiswa dan dijadikan patokan untuk absensi kuliah. Mahasiswa yang mengikuti suatu Mata Kuliah tetapi namanya tidak tercantum dalam DPMK dianggap tidak terdaftar pada Mata Kuliah tersebut.
  5. Kartu Peserta Ujian (KPU) adalah kartu yang mencantumkan semua Mata Kuliah yang berhak diikuti ujiannya oleh seorang mahasiswa. KPU ini digunakan sebagai tanda bukti bahwa seorang mahasiswa berhak mengikuti ujian evaluasi suatu Mata Kuliah. KPU ini dibuat atas dasar FRS yang diisi oleh mahasiswa, dan dibagikan kepada mahasiswa seminggu sebelum pelaksanaan ujian tengah semester.
  6. Permintaan penerbitan ulang KPU oleh mahasiswa dikenakan biaya adminstrasi yang besarnya ditetapkan dalam peratutan tersendiri.
  7. Daftar Nilai Ujian (DNU) adalah daftar yang mencantumkan nama semua mahasiswa yang mengikuti ujian suatu Mata Kuliah beserta nilai yang diberikan oleh dosen kepada setiap mahasiswa tersebut. DNU ini dibuat berdasarkan DPMK.
  8. Kartu hasil Studi (KHS/Rapor) adalah kartu atau daftar yang mencantumkan nilai ujian semua Mata Kuliah yang diikuti oleh seorang mahasiswa pada suatu semester sesuai dengan FRS yang diisinya pada awal semester. KHS dicetak dan dibagikan kepada mahasiswa pada setiap akhir semester setelah semua nilai ujian Ujian Akhir Semester dan diserahkan oleh Dosen penguji. KHS ini mencantumkan pula Indeks Prestasi Semester (IPS), Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), jumlah SKS yang telah diperoleh, serta jumlah maksimum SKS yang bisa diambil pada semester berikutnya. KHS dapat diambil di Ketua Program Studi.
  9. Permintaan penerbitan ulang KHS oleh mahasiswa dikenakan biaya adminstrasi yang besarnya ditetapkan dalam peratutan tersendiri.

Tahapan kegiatan penyelenggaraan administrasi sistem SKS:

Tahap Pembayaran Biaya Pelaksanaan Pendidikan (BPP) Mahasiswa:

Mahasiswa datang ke Bagian Administrasi Keuangan membawa Kartu Mahasiswa, bukti pembayaran semester lalu atau surat keterangan cuti bagi mahasiswa yang masa cutinya telah selesai. Mahasiswa menerima blanko pembayaran. Selajutnya dengan blanko yang sudah diisi dengan benar mahasiswa dapat membayar uang kuliah di bank atau panitia yang ditentukan oleh STMIK Profesional.

Tahap Pendaftaran Ulang Mahasiswa:

Bukti setoran pembayaran dibawa ke program studi untuk memperoleh KHS/Rapor serta FRS.

Tahap Pengisian FRS:

Mahasiswa yang telah menerima formulir rencana studi kemudian berkonsultasi dengan Penasehat Akademik (PA) yang telah ditentukan dengan membawa KHS terbaru. PA harus memperhatikan jumlah SKS yang dapat diambil oleh mahasiswa berdasarkan pada Indeks Prestasi Semester (IPS) yang diperoleh pada semester sebelumnya, yaitu sebagai berikut:

  Indeks Prestasi Semester yang dicapai Jumlah SKS maksimal yang boleh diprogram
  3.50 - 4.00 24
  3.00 - 3.49 22
  2.00 - 2,99 20
  1.10 - 1,99 18
  0.00 - 1.09 16

 Selanjutnya FRS ditandatangani masing-masing oleh Mahasiswa yang bersangkutan, Penasehat Akademik, ketua Program Studi dan BAAK. Masing-masing lembar FRS yang telah disahkan diserahkan kembali kepada Mahasiswa, PA, Ketua Jurusan/Program Strudi dan Bagian Akademik. Pendaftaran Ulang serta Pengisian FRS mahasiswa dilaksanakan hanya dalam rentang waktu yang disediakan dalam kalender akademik. Mahasiswa yang terlambat melaksanakan kegiatan ini akan diberi sanksi.

Sanksi yang dimaksud adalah pengurangan jumlah SKS yang dapat diprogram berdasarkan waktu ketelambatan. Mahasiswa yang terlambat satu hari sampai seminggu jumlah SKS dikurangi 2 (dua), seminggu sampai dua minggu jumlah SKS dikurangi 4 (empat) dan seterusnya.

Tahap Pembatalan dan Penggantian

Jika ternyata terdapat kekeliruan dalam pengisian FRS atau adanya waktu kuliah yang bersamaan sehingga salah satu atau beberapa matakuliah harus dibatalkan atau diganti, mahasiswa dapat melakukan pembatalan, penggantian langsung pada bagian akademik dengan memperlihatkan FRS dan bukti-bukti yang mendukung proses pembatalan atau penggantian matakuliah. Waktu pembatalan, penggantian matakuliah paling lambat dua minggu setelah proses perkuliahan dimulai (sesuai kalender akademik). Bagi mahasiswa yang mengajukan pembatalan atau penggantian matakuliah setelah batas waktu yang diberikan, tidak akan dilayani.

Tahap pekuliahan.

Setiap mahasiswa yang telah terdaftar, wajib dan berhak mengikuti proses perkuliahan, praktikum dan kegiatan akademik lain sesuai dengan matakuliah yang telah diprogram.

Tahap Ujian dan Penilaian

Setiap tenaga pengajar (dosen) suatu mata kuliah diwajibkan melakukan minimal dua macam ujian, yaitu: Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester. Ujian Tengah Semester dilaksanakan pada minggu ke-sembilan perkuliahan. Ujian ini dilaksanakan secara terjadwal. Ujian Akhir Semester dilaksanakan setelah minggu ke-lima belas perkuliahan, pelaksanaannya dijadwal secara serempak sesuai dengan kalender akademik. Mahasiswa diperbolehkan mengikuti Ujian Akhir Semester suatu mata kuliah apabila mata kuliah tersebut tercantum dalam KPU dan mahasiswa tersebut telah mengikuti kegiatan akademik (perkuliahan dan praktikum) selama satu semester yang berlangsung sekurang-­kurangnya 80%. Setiap dosen penguji diwajibkan menyerahkan hasil penilaiannya terhadap mahasiswa ke Bagian Akademik dengan cara mengisi DNU selambat-lambatnya dua minggu setelah mata kuliahnya diujikan.

Tahap Pengambilan Kartu Hasil Ujian (KHS/Rapor).

Setelah semua DNU diterima dan diolah oleh Bagian Akademik maka KHS untuk setiap mahasiswa dicetak sebagai tanda berakhirnya kegiatan akademik untuk semester yang berlansung. Para mahasiswa dapat mengambil KHS-nya pada program studi masing-masing sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

PENASEHAT AKADEMIK (PA)

  1. Penasehat Akademik (PA) adalah tenaga pengajar STMIK Profesional di samping fungsinya melaksanakan tridharma perguruan tinggi, bertugas membimbing mahasiswa dalam rangka penyelesaian program studi-nya terutama dalam masalah akademik. Penasehat Akademik ditunjuk berdasarkan Surat Keputusan Ketua STMIK Profesional.
  2. Tugas dan kewajiban seorangg PA dapat diperinci sebagai berikut:
    • Menguasai seluruh program pendidikan yang diajarkan oleh STMIK Profesional berikut seluk beluk tata organisasinya, mengayomi dan rnembimbing sejumlah mahasiswa memasuki kehidupan akademik untuk menjadi masyarakat akademik.
    • Memberikan bimbingan kepada mahasiswa mengenai hak dan kewajibannya,
    • Membantu mahasiswa menyusun program belajar secara lengkap menuju penyelesaian studi secepat dan seefisien mungkin sesuai dengan kondisi mahasiswa,
    • Membantu mahasiswa menyusun program selama satu semester (pengisian FRS) sesuai dengan kemampuan, beban belajar, dan perubahannya,
    • Menuntun mahasiswa untuk mengatasi kesulitan yang­ dihadapinya, terutama masalah akademik, serta turut berusaha mencarikan cara pemecahan, dan jika perlu meminta bantuan Bimbingan dan Konseling, dan memberikan rekomendasi beasiswa. membuat pernyataan tentang bakat, minat, serta tingkah laku mahasiswa bimbingannva.
    • Pelaksanaan tugas dari semua PA dalam program studi dikoordinasi oleh ketua program studi.

PENILAIAN HASIL BELAJAR MAHASISWA

  1. Ujian dapat dilaksanakan dalam bentuk ujian tertulis, ujian lisan, seminar, pemberian tugas, penulisan karangan, sesuai dengan jenis mata kuliah dan tujuan kurikulum. Maksud dan tujuan penyelenggaraan ujian matakuliah ialah untuk menilai:
  2. Sejauh mana mahasiswa telah memahami atau menguasai bahan dari satuan matakuliah yang telah diajarkan satu semester.
  3. Apakah tujuan matakuliah telah tercapai dan diajarkan dengan baik oleh dosen pengasuh matakuliah tersebut.
    • Ujian tengah semester diselenggarakan oleh dosen masing-masing dan ujian akhir semester diselenggarakan oleh panitia ujian yang ditunjuk berdasarkan Surat Keputusan Ketua STMIK Profesional
    • Jadwal ujian tengah dan akhir semester akan diumumkan seminggu sebelum pelaksanaan ujian.
    • Mahasiswa yang karena musibah tidak dapat mengikuti ujian atau tugas-tugas/kegiatan akademik lainnya harus menyampaikan surat keterangan dari yang berwenang kepada BAAK untuk selanjutnya disampaikan kepada masing-masing dosen matakuliah yang bersangkutan.
    • Mahasiswa sesuai dengan ayat (3) di atas, akan diberi nilai tunda (T), nilai ini harus diperbaiki dalam tempo satu minggu setelah dosen memasukkan nilai ujian. Apabila tidak diperbaiki, nilai T tersebut akan diubah menjadi nilai E.
    • Penilaian hasil belajar dinyatakan dengan huruf A, B, C, D, dan E yang masing-masing secara berurutan setara dengan skor/bobot 4, 3, 2, 1, dan 0.
    • Nilai A, B, C dan D adalah nilai lulus, sedangkan nilai E adalah nilai tidak lulus.
    • Seorang mahasiswa yang memperoleh nilai C atau D dapat memperbaiki nilai pada semester-semester berikutnya selama batas waktu studi yang diperkenankan belum dilampaui. Untuk mata kuliali yang diusahakan perbaikan nilainya maka nilai tertinggi yang diberlakukan.
    • Penilaian hasil belajar hanya boleh dilakukan oleh tenaga pengajar mata kuliah yang bersangkutan.
    • Acuan penilaian suatu matakuliah dapat dilakukan menurut Penilaian Acuan Patokan (PAP) atau Penilaian Acuan Normal (PAN)

EVALUASI KEBERHASILAN

  1. Evaluasi keberhasilan mahasiswa dimaksudkan untuk memperoleh informasi atau data tentang;(a).Jumlah beban studi yang berhasil diselesaikan dalam semester yang bersangkutan; (b). Nilai keberhasilan mahasiswa; (c). Indeks prestasi semester dan indeks prestasi kumulatif
  2. Evaluasi keberhasilan mahasiswa pada setiap semester dapat dilihat pada Kartu Hasil Studi (KHS/Rapor) yang mencantumkan nilai keberhasilan, Indeks Prestasi Semester (IPS), dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) serta jumlah sks yang telah dicapai.
  3. Indeks Prestasi adalah nilai rata-rata dari semua mata kuliah yang telah diambil oleh mahasiswa
  4. Seorang mahasiswa dinyatakan telah selesai studinya bila ia telah memenuhi persyaratan sebagai berikut:
    • Mengumpulkan sekurang-kurangnya jumlah kredit minimum sesuai dengan beban studi yang ditentukan dalam kurikulum dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) lebih besar atau sama dengan 2,75 (dua koma tujuh lima).
    • Tidak memiliki matakuliah wajib yang bernilai E.
    • Telah lulus Ujian Komprehensif.
  5. Seorang mahasiswa diploma tiga yang dinyatakan telah selesai studinya berhak mendapatkan ijazah Diploma dan sebutan Ahli Madya Komputer   (Amd.Kom) dari STMIK Profesional.
  6. Seorang mahasiswa sarjana yang dinyatakan telah selesai studinya berhak mendapatkan ijazah sarjana dan gelar Sarjana mengikuti peraturuan pemerintah yang telah ditetapkan.
  7. Seorang mahasiswa yang dinyatakan lulus seperti dimaksudkan di atas, akan mendapat predikat sebagai berikut:
    • Dengan Pujian apabila ia memperoleh IPK lebih besar atau sama 3,51 (tiga koma lima satu) sampai dengan 4,00 (empat koma nol)
    • Sangat Memuaskan apabila ia memperoleh IPK lebih besar atau sama 2,75 (dua koma tujuh lima) dengan dengan 3,50 (tiga koma lima nol).
  8. Apabila mahasiswa memperoleh IPK kurang dari 2.75 tetapi ingin dinyatakan telah menyelesaikan studi maka yang bersangkutan harus membuat surat pernyataan yang menjelaskan bahwa tidak keberatan dengan prestasi yang dicapainya.

CUTI AKADEMIK

  1. Cuti akademik adalah pembebasan mahasiswa dari kewajiban mengukuti kegiatan akademik selama jangka waktu tertentu.
  2. Seorang mahasiswa yang akan mengambil cuti akademik diharuskan mengajukan permohonan cuti kepada Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan (WK-III) pada awal semester. Permohonan cuti dapat dilakukan oleh mahasiswa yang bersangkutan, orang tua atau wali. Cuti akademik dianggap sah apabila mahasiswa yang bersangkutan telah menerima surat persetujuan dari Wakil Ketua III STMIK Profesional.
  3. Masa cuti ini tidak diperhitungkan dalam menentukan batas masa studi. Selama cuti berlangsung, seluruh nilai yang pernah diperoleh mahasiswa yang bersangkutan tetap berlaku.
  4. Cuti akademik tidak boleh diambil pada semester pertama.
  5. Mahasiswa yang tidak registrasi ulang pada semester berjalan dan tidak mengusulkan cuti, harus melunasi biaya pendidikan sebanyak semester yang tertinggal.

STATUS MAHASISWA

Mahasiswa yang cuti akademiknya telah berakhir dan aktif kembali, diwajibkan mengikuti ketentuan sebagai berikut:

(1). Menyelesaikan persyaratan administrasi di BAAK dengan membawa surat pemberian cuti akademik. (2) Permohonan aktif kembali diajukan sebelum registrasi dan pengisian FRS pada semester yang bersangkutan. (3) Mereka yang disetujui aktif kembali, seluruh nilai hasil belajarnya tetap berlaku.

PUTUS KULIAH  ATAU BERHENTI KULIAH

  1. Mahasiswa putus kuliah adalah mahasiswa yang tidak dapat memenuhi persyaratan akademik yang telah ditetapkan.
  2. Mahasiswa putus kuliah dapat diberi surat keterangan pernah kuliah, disertai daftar matakuliah yang pernah diikuti di STMIK profesional.
  3. Seorang mahasiswa yang telah berhenti atau putus kuliah dapat diterima kembali menjadi mahasiswa STMIK Profesional.

KULIAH KERJA LAPANGAN

  1. Kuliah Kerja Lapangan (KKL) adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa program D3 dan S1 secara terprogram selama waktu tertentu yang diatur dalam peraturan pelaksanan KKL.
  2. KKL bertujuan untuk memberi pengalaman kerja kepada mahasiswa agar mereka dapat menjadi tenaga ahli madya dan sarjana guna menghayati permasalahan kompleks, yang dihadapi oleh masyarakat, dan belajar menanggulangi permasalahan tersebut secara pragmatis.
  3. Mahasiswa program diploma tiga dapat melaksanakan KKL jika telah mengumpulkan sekurang-kurangnya 102 SKS.
  4. Mahasiswa program sarjana dapat melaksanakan KKL jika telah mengumpulkan sekurang-kurangnya 136 SKS.
  5. Mahasiswa yang akan KKL harus bebas kuliah

SEMESTER PENDEK

  1. Semester pendek adalah kegiatan akademik yang dilakukan dengan menggunakan waktu lowong mahasiswa untuk mengulang atau memperbaiki nilai matakuliah.
  2. Semester pendek hanya dapat diprogram oleh mahasiswa program diploma tiga yang telah mencapai 86 SKS mata kuliah wajib atau akan memprogramkan KKL pada semester berjalan.
  3. Semester pendek hanya dapat diprogram oleh mahasiswa program sarjana yang telah mencapai 120 SKS mata kuliah wajib atau akan memprogramkan KKL pada semester berjalan.
  4. Setiap peserta semester pendek dikenakan biaya. Mata Kuliah yang diprogramklan pada semester pendek maksimal 9 SKS. Penetapan bersarnya biaya semester pendek dilakukan melalui Surat Keputusan Ketua.

S K R I P S I

  1. Skripsi dapat diprogram oleh mahasiswa program sarjana yang telah mencapai 136 SKS.
  2. Telah lulus ujian kompetensi yang ditetapkan oleh program studi masing-masing.

IJAZAH DAN TRANSKRIP

  1. Setiap mahasiswa yang telah menyelesaikan studinya diberikan Ijazah dan Transkrip Nilai.
  2. Ijazah ditandatangani oleh Ketua dan Wakil Ketua Bidang Akademik STMIK Profesional Makassar.
  3. Transkripsi adalah daftar mata kuliah beserta nilai kelulusannya yang diperoleh selama belajar di STMIK Profesional. Transkrip ditandatangani oleh Ketua dan Wakil Ketua Bidang Akademik.

WISUDA

  1. Wisuda adalah upacara pelepasan alumni secara resmi yang dilakukan dalam suatu Rapat Senat Terbuka.
  2. Pada hari wisuda dapat diberikan tanda penghargaan kepada lulusan yang berpredikat lulus dengan pujian.
  3. Wisuda dapat diadakan lebih dari satu kali setahun.

PENERIMAAN MAHASISWA BARU

  1. Penerimaan mahasiswa baru dilaksanakan dengan pedoman penerimaan mahasiswa baru STMIK Profesional
  2. Ketentuan-ketentuan calon mahasiswa:
    • Berijazah serendah-rendahnya sekolah menengah umum atau yang sederajad.
    • Berbudi perkerti yang baik.
  3. Mereka yang diterima sebagai mahasiswa baru STMIK Profesional Makassar adalah mereka yang berdasarkan hasil seleksi masuk dinyatakan telah lulus kemudian mendaftar kembali dengan memenuhi segala persyaratan penerimaan mahasiswa baru.
  4. Seorang mahasiswa tidak diperkenankan mengikuti lebih dari satu program studi

PENERIMAAN MAHASISWA PINDAHAN

  1. Mahasiswa pindahan adalah mahasiswa dari perguruan tinggi lain yang bermaksud melanjutkan pendidikan di STMIK Profesional.
  2. Syarat-syarat penerimaan Mahasiswa pindahan:
    • Calon mahasiswa adalah mereka yang berasal dari perguruan tinggi negeri atau swasta dari jenjang program Diploma tiga atau yang lebih tinggi.
    • Perguruan tinggi asal mahasiswa harus memiliki akreditasi minimal sama dengan  akreditasi STMIK Profesional.
    • Calon mahasiswa memiliki surat keterangan pindah dari perguruan tinggi asal.
    • Calon mahasiswa memiliki transkrip nilai yang telah dilegalisir.
    • Penerimaan mahasiswa pindahan hanya dilakukan pada setiap awal semester.
  3. Mahasiswa pindahan yang berasal dari perguruan tinggi yang berbeda program studinya dapat dilaksanakan dengan ketentuan melalui proses khusus untuk menyesuaikan diri terhadap program studi yang baru.
  4. Setelah terdaftar sebagai mahasiswa, prestasi akademik yang telah diperoleh pada perguruan tinggi asal dinilai oleh pimpinan program studi di bawah koordinasi Wakil Ketua Bidang Akademik, kemudian ditetapkan mata kuliah yang dapat diakui setara dengan matakuliah yang tercatat dalam kurikulum program yang diikutinya di STMIK profesional.
  5. Mahasiswa STMIK Profesional yang pindah antar program studi, semua mata kuliah yang relevan dengan program studi baru dapat dikonversi.
  6. Mahasiswa STMIK Profesional yang pindah ke perguruan tinggi lain diberikan surat keterangan dan transkrip nilai, sesuai dengan nilai yang telah diperoleh.